ANALISIS MAKNA LEKSIKAL PADA LIRIK LAGU TENANG SAJA KARYA PIDI BAIQ

                          Hafizh Izzulhaq

PENDAHULUAN
 Bahasa adalah kata-kata yang diucapkan yang digunakan orang di seluruh dunia untuk berinteraksi dan berbicara. Bahasa dan interaksi sosial dibentuk oleh budaya orang lain, menurut Dardjowidjojo (Tamnge et al., 2021), seperti yang dinyatakan Bolinger dalam (Chaer, 2017). Oleh karena sistemnya, bahasa memiliki fitur pengambilan keputusan dan non-pengambil keputusan. Lambang bahasa berfungsi sebagai representasi ide atau makna. Bahasa diperlukan untuk berinteraksi karena manusia tidak dapat hidup secara mandiri. Bahasa digunakan untuk mencapai tujuan dan berkomunikasi dengan anggota masyarakat melalui alat ucap, menurut Noormanzah (2019). karena itu, irama yang konsisten membuat lagu mudah dibaca dan dibicarakan; ini juga merupakan bagian dari seni.
        Lagu adalah komponen musik yang biasanya menggunakan teks verbal dan diciptakan untuk dinyanyikan, terutama untuk penampilan solo. Menurut Kusmiarti (2003), lagu adalah kumpulan suara atau nada yang disusun secara temporal dan diiringi dengan alat musik untuk menghasilkan susunan lagu yang konsisten. Muzakka (2020) mengatakan bahwa lagu adalah kumpulan suara yang membaca, bernyanyi, berbicara, dan melakukan hal lain dengan cara yang berirama. Di atas, definisi menjelaskan latar belakang penciptaan lagu, yang memang dibuat dengan teks lisan dan dimaksudkan untuk ditampilkan. Lagu adalah genre musik yang terdiri dari kata-kata atau lirik yang dinyanyikan dengan nada, pola, atau gaya tertentu.
Linguistik adalah bidang yang menyelidiki bahasa, dengan mikrolinguistik dan semantik sebagai subbidang utamanya. Semantik mengkaji makna, hubungannya dengan makna lain, dan dampak mereka pada manusia (Yanti et al., 2021). Namun, menurut Kridalaksana (2008), semantik adalah kumpulan elemen bahasa yang terkait dengan makna kata dan frasa. Makna leksikal adalah salah satu dari banyak makna yang dapat ditemukan dalam penelitian semantik. Makna kata, leksem, atau leksikon yang tidak dipengaruhi oleh konteksnya disebut makna leksikal. Menurut Sekhun (Oasis et al., 2021), ada beberapa orang yang berpendapat bahwa leksikal memiliki arti sebagai referensi, hasil pengamatan indra, atau pengalaman sehari-hari selain arti yang ditemukan dalam kamus. Menurut Rifardi (Anfiran, 2021), leksikal adalah bagian bahasa terkecil yang memiliki makna; leksikal memiliki banyak fitur dan dapat membedakan makna serupa: (1) Repetisi adalah pengulangan satuan bunyi, kata, suku kata, atau bagian kalimat yang dianggap penting dalam situasi tertentu. Pengulangan ini bukanlah proses repetisi, tetapi menunjukkan hubungan antara elemen-elemen yang ada dalam kalimat. Dalam wacana, sinonim membantu menunjukkan hubungan makna yang sepadan antara berbagai bahasa yang digunakan. Kata-kata yang bersinonim terhubung satu sama lain dalam dua klausa. 3) Istilah "antonimi" digunakan untuk menyebut dua hal yang berlawanan satu sama lain; "kolokasi" digunakan secara luas dalam jaringan tertentu, dan "kolokasi" digunakan dalam satu klausa. Hujan lebat atau gerimis yang menggabungkan dalam pola yang ketat, seperti hujan deras, disebut dalam bahasa Indonesia sebagai "kolokasi." (5) Istilah "hiponimi" mengacu pada kelompok kata, seperti kata, frasa, atau kalimat, yang dianggap memiliki makna yang berbeda dari jenis bahasa lainnya. Unsur-unsur yang tidak memiliki hiponimi memiliki nama tambahan, yang disebut hipernim atau superordinate. 
 Penelitian ini akan menyelidiki makna leksikal yang terkandung dalam lirik lagu Tenang Saja yang diciptakan oleh Pidi Baiq, Menurut Nurhamidah (2016) yang dikutip oleh yanti (2018) lagu adalah cara ekspresi diri yang terdiri dari nada atau suara yang sadupadankan dengan irama dan diiringi oleh alat musik sehingga dapat diperdengarkan oleh orang banyak. Lirik lagu ini juga merupakan ekspresi pengarang tentang hal-hal yang telah dia alami, rasakan dan lihat.  
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki makna leksikal dalam lirik lagu Pidi Baiq "Tenang Saja." Ide ini menarik, dan memiliki kemungkinan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana bahasa digunakan dalam seni musik. Studi ini dapat diperkaya dengan melihat penggunaan kata-kata seperti repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, dan hiponimi. Studi ini akan memeriksa secara menyeluruh berbagai aspek kebahasaan dan menunjukkan bagaimana pemilihan dan pembuatan kata-kata dalam lirik lagu dapat menyampaikan pesan, ide, dan perasaan dengan cukup efektif. Selain itu, penelitian ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang penggunaan bahasa dalam seni musik, terutama karya Pidi Baiq, yang dikenal memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat dan memiliki muatan makna yang kaya. 

Penulis harus meninjau penelitian terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang relevan dan memenuhi standar penelitian. Hingga akhirnya penulis menggunakan studi Analisis Makna Leksikal Pada Lagu Dewa 19 "Pupus" tahun 2023 oleh Siti Nabilah Nurrohmah. Peneliti menemukan elemen leksikal wacana seperti repetisi, sinonim, dan antonym. Yang membedakan penelitian ini adalah bahwa fokusnya adalah lirik lagu Tenang Saja Karya Pidi Baiq. Sementara Siti Nabilah Nurrohmah meneliti lirik lagu “Pupus” karya Dewa 19.

 Dalam lagu "Tenang Saja" karya Pidi Baiq memiliki tema utama tentang ketenangan dalam menghadapi tantangan hidup. Lagu ini sering diinterpretasikan sebagai pesan untuk tetap tenang dan tidak terlalu khawatir menghadapi masalah, dengan mengingatkan bahwa semua akan baik-baik saja pada akhirnya. Pesan ini mencerminkan optimisme dan semangat untuk tetap tenang dalam menghadapi perjalanan hidup yang penuh dengan cobaan dan tantangan.
 Penelitian makna leksikal dalam lirik lagu “Tenang Saja” sangat penting juga karena terdapat nilai-nilai pemahaman yang mendalam tentang kata-kata yang dipilih dan disusun untuk untuk bagaimana menjadi narasi yang mendalam tentang kehidupan dan perasaan manusia. Dengan mendalami dan memahami makna leksikal yang terdapat pada lirik lagu ini, kita dapat memahami lebih jauh lagi tentang konsep sosial, psikologis dan emosional yang berkembang dalam masyarakat yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari, serta membuka sudut pandang baru dalam fenomena-fenomena tersebut melalui karya seni. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dan menganalisis makna lekssikal pada lagu “tenang saja” yang bertujuan untuk mengupayakan memahami dan menganalisis pesan yang ingin disampaikan oleh Pidi Baiq dengan fenomena sosial yang tersirat didalammya.


METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Bogdan dan Tylor (1986:9) menjelaskan metode kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dimengerti. 
Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mempelajari lirik lagu Pidi Baiq "Tenang Saja". Menurut Sugiyono (2013:3) studi ini juga menggunakan analisis semantik. Data dikumpulkan dengan metode simak catat, yang digunakan untuk mengamati penggunaan bahasa secara lisan dan tertulis, menurut Mahsun dalam Nina (2022). Peneliti juga mengumpulkan data dengan teknik catatan. Penulis mencatat berbagai gaya tulisan yang relevan dengan topik penelitian. Jenis makna dan nilai moral yang terkandung dalam lirik lagu Pidi Baiq "Tenang Saja" dijelaskan melalui teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Menurut model Milles dan Hubberman, analisis data terdiri dari verifikasi, penarikan kesimpulan, reduksi (data reduction), dan sajian (data display). Untuk sampai pada kesimpulan, data digunakan dari awal penelitian.

HASIL PEMBAHASAN
   Analisis makna leksikal

Lirik Lagu Tenang Saja karya Pidi
Tenang saja
Perpisahan tak menyedihkan
Yang menyedihkan adalah
Bila habis ini saling lupa
Tenang saja
Perpisahan tak menyakitkan
Yang menyakitkan adalah
Bila habis ini saling benci
Bahwa kita pernah
Selalu bersama-sama
Lalu kita sadar
Bahwa kita harus berpisah
Lupa mudah melupakan semua
Jangan saling melupakan
Hilang mudah menghilangkan semua
Jangan saling menghilangkan
Bahwa kita pernah
Selalu bersama-sama
Lalu kita sadar
Bahwa kita harus berpisah
Lupa mudah melupakan semua
Jangan saling melupakan
Hilang mudah menghilangkan semua
Jangan saling menghilangkan
Lupa mudah melupakan semua
Jangan saling melupakan

Hasil analisis makna leksikal pada lirik lagu di atas
Repetisi (pengulangan)
Menurut Sumarlam (2003: 44) yang dikutip oleh (Bako 2022) menjelaskan bahwa repitisi adalah pengulangan satuan bunyi, kata, suku kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberikan tekanan dalam konteks. Peneliti menemukan banyak repetisi (ulang) dalam lirik lagu "Tenang Saja" karya Pidi Baiq, misalnya :

"Tenang saja" (baris 1 dan 5)
“Menyedihkan”(baris2 dan 3)
"Menyakitkan" (6 baris dan 7)
"Selalu Bersama" (baris 10 dan 8)
"Lalu kita sadar" (baris 11 dan 19)
"Melupakan" (baris 13, 14, 21)
"Menghilangkan" (baris 15, 16)

Repetisi ini berfungsi untuk menekankan pesan-pesan utama dalam lirik lagu tersebut.

Sinonim:
      Menurut Gorys Keraf (2004 : 34) yang dikutip oleh (Yanti et al. 2021) menjelaskan bahwa sinonimi merupakan sebuah istilah yang memiliki makna yang sama. Lirik lagu Pidi Baiq "Tenang Saja" memiliki sinonim sebagai berikut :

"Menyedihkan" dan "menyakitkan" (baris 3 dan 7)
"Lupa" dan "melupakan" (baris 13, 14, 21, 22, 25, 26)
"Hilang" dan "menghilangkan" (baris 15, 16, 23, 24)








KESIMPULAN  
Berdasarkan analisis makna leksikal pada lirik lagu "Tenang Saja" karya Pidi Baiq, dapat disimpulkan bahwa lirik lagu tersebut memiliki beberapa unsur kebahasaan yang menonjol, yaitu repetisi, sinonim, antonim, dan kolokasi. Repetisi digunakan untuk menekankan pesan-pesan utama dalam lirik lagu, seperti "Tenang saja", "Perpisahan tak menyedihkan/menyakitkan", dan "Lupa/hilang mudah melupakan/menghilangkan semua". Sinonim dan antonim juga digunakan untuk mempertegas makna, seperti "menyedihkan" dan "menyakitkan", serta "lupa" dan "melupakan", "hilang" dan "menghilangkan". Sementara itu, terdapat beberapa kata yang berkolokasi, seperti "perpisahan" dan "berpisah", "lupa" dan "melupakan", serta "hilang" dan "menghilangkan". Secara keseluruhan, penggunaan unsur-unsur kebahasaan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan emosional yang mendalam terkait dengan pengalaman perpisahan dan memori dalam kehidupan seseorang.
 "Tidak perlu gelisah, jangan khawatir" — itulah pesan yang disampaikan dalam lagu "Tenang Saja" karya Pidi Baiq. Lirik-lirik dalam lagu ini mencerminkan kebijaksanaan untuk tetap sabar dan tenang menghadapi segala tantangan hidup. Dalam kehidupan yang penuh dengan liku-liku dan ketidakpastian, lagu ini mengajarkan arti dari ketenangan dan bagaimana mengatasi ketegangan dengan kepala dingin. Setiap kata yang diucapkan dalam liriknya memiliki makna leksikal yang dalam, mengundang pendengar untuk merenung dan memahami esensi dari setiap kata yang terucap. Dalam kesederhanaannya, lagu ini mengajarkan bahwa ada kekuatan besar dalam menghadapi masalah dengan pikiran yang jernih dan hati yang tenang.


















DAFTAR PUSTAKA
Analisis Makna Leksikal Pada Lirik Lagu “Pupus” Karya Dewa 19 . (2023). Jurnal Pendidikan Berkarakter , 35-41. doi: https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=menganalisis+makna+leksikal+pada+lagu&btnG=#d=gs_qabs&t=1720242380998&u=%23p%3DvVo7w856IdMJ
Chaer, A. (2017). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kusmiarti, R. (2003). Seni Musik. Jakarta: Universitas Terbuka.
Muzakka, M. (2020). Nilai-Nilai Profetik Dua Lagu Karya Rhoma Irahama Kajian terhadap Lirik Lagu “Akhlak”Virus Corona.
Noormanzah, N. (2019). Bahasa sebagai Alat Komunikasi, Citra Pikiran, dan Kepribadian.
Nurrohmah, S. N. (2023). Analisis Makna Leksikal Pada Lagu Dewa 19 "Pupus". Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 15(2), 87-102.
Oasis, A. J., Sari, D. P., & Pratiwi, E. (2021). Analisis Makna Leksikal dan Gramatikal dalam Lirik Lagu "Aku Mah Apa Atuh" Karya Sule. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(2), 101-109.
Firdiyanti, Yunita, Puji Ayu Lestari, Muhamad Sholehhudin, and Abdul Ghoni Asror. 2023. “Analisis Makna (Kajian Semantik) Pada Kumpulan Puisi Karya: Bambang Sadono.” Prosiding Seminar Nasional 1(1): 169–91.
Istiqomah, A, R Gasanti, and L Muhria. 2023. “Kajian Gaya Bahasa Dan Makna Dalam Syair Lagu ‘Rasjati’ Karya Lili Suparli Sebagai Bahan Ajar Sastra.” Prosiding Serimbi 1: 2–4.
Tri Putri, Devi. 2022. “Analisis Makna Leksikal Pada Lirik Lagu ‘Hati-Hati Di Jalan’ Karya Tulus.” LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra 4(2): 31–41. doi:10.47766/literatur.v4i2.1495.
Yanti, F. (2018). Pengantar Linguistik. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Yanti, F., Imranuddin, I., & Usman, U. (2021). Pengantar Linguistik. Medan: Yayasan Kita Menulis.Kenangan Karya Maudy Ayunda. Asas: Jurnal Sastra, 2(3), 86. https://doi.org/10.24114/ajs.v10i2.26269
Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantiatif Kualitatif R&D.
Yanti, Afrida, Putri Ardiani Lubis, Novi Amelia Natasha, Efraim Sitorus, and Frinawati Lestarina Barus. 2021. “Analisis Makna Leksikal Pada Lirik Lagu Kamu Dan Kenangan Karya Maudy Ayunda.” Asas: Jurnal Sastra 2(3): 86. doi:10.24114/ajs.v10i2.26269.
Novi Amelia Natasha Hutagalung1, Hariyani Fazrin Bako2, Adelliya Yuwanda Putri3
 “Makna Leksikal Dalam Lirik Lagu Cinta Hebat Karya Syifa Hadju.” Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) 4(1): 109–14. doi:10.34012/jbip.v4i1.2187.

Comments

Popular posts from this blog

15 Tahun tidak ada 17 Agustusan, Akhirnya ada kembali dan sangat meriah

Dengan jelas sebagian golongan merampas kekayaan alam indonesia tanpa mengindahkan akibatnya, apakah agen perubahan akan terus diam ?